Perceraian merupakan sesuatu yang (bukan) sering terjadi pada masyarakat kita saat ini,
bahkan untuk perkara yang sepele, meminta hubungan itu berakhir begitu saja.
dimana perkara yang semestinya dapat diselesaikan dengan bijak,
dimana perkara yang semestinya dapat di selesaikan dengan saling menutupi kekurangan,
dimana perkara yang semestinya dapat diselesaikan dengan saling memaafkan,
dan bahkan membuka lembaran baru dengan berlapang-dada, dan menjadikan sebuah pelajaran indah
akan tetapi, seseorang itu tak menyadari hal demikian,
------------------------------------------------------
Wahai saudaraku fillah sekalian...???
Ada apa dengan dirimu...???
Engkaulah yang memilih dirinya...
Engkaulah yang mendatanginya untuk meminangnya...
Engkaulah juga yang telah menyebabkan langit bergetar atas ijab kabulmu...
Tapi mengapa...???
Engkau memutuskan tali itu...???
Engkau melonggarkan ikatannya...???
-------------------------------------------------------
Wahai saudariku fillahn sekalian...???
Ada apa dengan dirimu...???
Engkaulah yang menyetujia pelanjutan proses pelangkahan ini...
Engkau pula yang mengizinkan dia tuk menjadi pendamping bagi dirimu...
Engkau pula lah yang yang telah mengizinkannya menyentuhmu...
Tapi mengapa...???
Engkau memalingkan wajahmu...
Engkau menanamkan rasa benci padanya...???
Wahau para saudaraku dan saudariku sekalian...
Tak bisakah engkau rujuk kembali...???
Takbisakah engkau islah padanya...???
Apa yang menyebabkan dirimu mudah melakukan itu semua....???
Apakah tak teringat oleh dirimu,
betapa banyaknya, orang yang telah mendoakan kebahgaian pada dirmu di walimahanmu
betapa banyaknya, orang yang berbahagia melihat dirimu telah terbebaskan terhadap fitnah status
betapa banyaknya, orang yang membantumu tuk tercapainya itu semua....???
mana bukti syukurmu pada-Nya...???
mana bukti kesabaranmu atas goncangan ini semua...???
-------------------------------------------------------------
Perceraian memang perkara yang di bolehkan,
tapi
perkara yang di benci oleh Allah Subhanahu wa Ta'alaa
ungkapan sangat jelas dan nyata,
engkau hebat, tapi...
engkau cerdas, tapi...
maka yang menjadi patokana adalah bukan kalimat permulaan,
tetapi kalimat setalah unsurkata "TAPI"...
apakah dengan itu semua engkau mau menjadi hamba-hamba yang dibenci olehnya...
engkaulah yang ketahui problematikamu,
engkaulah yang mengetahui akar permashalahannya,
dan cukuplah Allah menjadi tempat curhatmu,
akupun tak menghalagimu jika itu menjadi solusi terbaik pada dirimu,
tapi, cobalah lihat apa yang ada sebelumnya,
jika kiranya masih ada peluang tuk kembali dan rujuk pada permaisyurimu,
maka insya Allah,
Karunia-Nya padamu akan senantisa tercurahkan sepanjang silir bergatinya siang dan malam
Allahu A'lam...
bahkan untuk perkara yang sepele, meminta hubungan itu berakhir begitu saja.
dimana perkara yang semestinya dapat diselesaikan dengan bijak,
dimana perkara yang semestinya dapat di selesaikan dengan saling menutupi kekurangan,
dimana perkara yang semestinya dapat diselesaikan dengan saling memaafkan,
dan bahkan membuka lembaran baru dengan berlapang-dada, dan menjadikan sebuah pelajaran indah
akan tetapi, seseorang itu tak menyadari hal demikian,
![]() |
| Kalau masih bisa rujuk dan islah, kenapa harus bercerai...??? |
------------------------------------------------------
Wahai saudaraku fillah sekalian...???
Ada apa dengan dirimu...???
Engkaulah yang memilih dirinya...
Engkaulah yang mendatanginya untuk meminangnya...
Engkaulah juga yang telah menyebabkan langit bergetar atas ijab kabulmu...
Tapi mengapa...???
Engkau memutuskan tali itu...???
Engkau melonggarkan ikatannya...???
-------------------------------------------------------
Wahai saudariku fillahn sekalian...???
Ada apa dengan dirimu...???
Engkaulah yang menyetujia pelanjutan proses pelangkahan ini...
Engkau pula yang mengizinkan dia tuk menjadi pendamping bagi dirimu...
Engkau pula lah yang yang telah mengizinkannya menyentuhmu...
Tapi mengapa...???
Engkau memalingkan wajahmu...
Engkau menanamkan rasa benci padanya...???
Wahau para saudaraku dan saudariku sekalian...
Tak bisakah engkau rujuk kembali...???
Takbisakah engkau islah padanya...???
Apa yang menyebabkan dirimu mudah melakukan itu semua....???
Apakah tak teringat oleh dirimu,
betapa banyaknya, orang yang telah mendoakan kebahgaian pada dirmu di walimahanmu
betapa banyaknya, orang yang berbahagia melihat dirimu telah terbebaskan terhadap fitnah status
betapa banyaknya, orang yang membantumu tuk tercapainya itu semua....???
mana bukti syukurmu pada-Nya...???
mana bukti kesabaranmu atas goncangan ini semua...???
-------------------------------------------------------------
Perceraian memang perkara yang di bolehkan,
tapi
perkara yang di benci oleh Allah Subhanahu wa Ta'alaa
ungkapan sangat jelas dan nyata,
engkau hebat, tapi...
engkau cerdas, tapi...
maka yang menjadi patokana adalah bukan kalimat permulaan,
tetapi kalimat setalah unsurkata "TAPI"...
apakah dengan itu semua engkau mau menjadi hamba-hamba yang dibenci olehnya...
engkaulah yang ketahui problematikamu,
engkaulah yang mengetahui akar permashalahannya,
dan cukuplah Allah menjadi tempat curhatmu,
akupun tak menghalagimu jika itu menjadi solusi terbaik pada dirimu,
tapi, cobalah lihat apa yang ada sebelumnya,
jika kiranya masih ada peluang tuk kembali dan rujuk pada permaisyurimu,
maka insya Allah,
Karunia-Nya padamu akan senantisa tercurahkan sepanjang silir bergatinya siang dan malam
Allahu A'lam...

perceraian, jika memang sebabnya adalah syar'i dan itu menjadi jalan terakhir sebuah permasalahan setelah diusahakan dan tawakkal kpd Allah, yah kita hanya bisa mengucap Qaddarullah wa maa syaa fa'ala. Perceraian mmg dibenci, tp sepertinya tdk menjadikan orang yg mengalaminya jg dibenci. Lihatlah Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu, anak angkat Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam, apakah dg perceraiannya dg Zainab bintu Jahsy dia menjadi hamba yg dibenci? wallohu a'lam.
ReplyDeleteitulah bahasa penyampaian, tidak disampaikan secara penuh agar mereka membatasi diri hingga seperti pada tekstual...
Deletebanyak hikmah kenapa metode dakwah tidak disampaikan secara utuh, diantara agar tidak menjadikan nya sebagaipermainan, yang akan menjadikannya "boleh-boleh saja...",
Allahu A'lam, dan syukran masukannya...