Landasan, Sebatas Manuver atau parkiran

 

Bismillah,

Tahun 2006 yang lalu, sempat aku berjalan di area TNI AU, bersama beberapa kawan memasuki lorong demi lorong subuh hari...
rancana hanya sebatas kenal lingkungan sekitar, tapi kami mendapati lebih dari apa yang kami harap,
kami mendapatkan buah mangga yang berserakan dijalanan. Pohon ini nampak tumbuh deangan sendirinya karena disekitaran sini tak ada warga. Maklum daerah TNI AU.
tak lama kemudian, kami masih terus menyusuri jalan-jalan, akhirnya kami menemukan gudang avtur tanpa penjaga (avtur = merupakan bahan bakar pesawat komersil, hingga pesawat tempur). Tapi untuk berhati-hati, kami segera mengambil jalan lain, disini kami mendapatkan pemandangan unik, yaitu landasan pesawat tempur yang berbentuk seper empat lingkaran beserta beberapa bangkai pesawat...




tak jarang pula kami melihat sukhoi latihan diudara, dan beberapa pesawat lepas landas.

kini diriku bergumam, betapa pentingnya arti landasan bagi pesawat, untuk melejitkan dirinya hingga kelangit luas,

terkadang aku mengambil analogi tentang kondisi keimanan pada manusia.
disaat ada beberapa saudara muslim, begitu "getol-getolnya" dalam berdakwah, lalu terhentak mereka sirna dari peredaran, "kemanakah mereka...???"

diantaranya ada yang lagi "istirahat",
ada yang lagi cari landasan tuk dapat melejitkan dirinya yang lebih tinggi,
ataukah ada yang kelandasan lalu memarkir diriya di pelataran,

ini mungkin hanya gambaran kecil dari beberapa seorang aktifis dakwah, yang sirna entah kemana rimbanya...

pesawat tak selamanya terbang, mereka juga butuh rehat sejenak, lalu terbang kembali,
ada juga pesawat yang mampu terbang bertahan hingga pesawat itu di "takdirkannya" untuk habis masa pakainya
ada juga pesawat yang harus mendaratkan diri dan menjadikan dirinya sebagai hiasan-hiasan parkiran

kepada para aktivis, pahamilah saudaramu, jika kiranya mereka merasa "sedikit jenuh" cukuplah dirini ini memberikan penguatan secara bijak, tidak pula bagaikan menghardik, apatah lagi hingga mengucilkannya,

jikapun mereka harus parkir selamnya, maka sampaikanlah pada mereka "bahwa sanya engkau adalah para pilot-pilot pejuang" agar mereka kembali mengenang hal itu, dan tidak menjadikan sejarah yang mereka buat itu terkubur jauh melainkan tertanam dalam hati-hati mereka,

mereka sadari, apa yang dilakukannya itu salah,
meraka pun cukup merana dengan meninggalkan pesawat-pesawat mereka,
meraka pun bahkan lebih dalam harapannya dari apa yang kita ketahui,

cukuplah itu semua menjadi pengharapan, ataukah tidak sampai pada batas pencekalan dalam hati,
melainkan meraka menanam kuat pada dirinya, tuk kembali menjadi pilat, atau seminimal mungkin keturunan-keturunan mereka yang mereka jaga walaupun harus menghadirkan benih krisatal di pelupuk mata nyata mereka, dan juga pada mata hati mereka...

Allahu Karim,
17 Jumadil Akhir 1433, By Diriku yang mengingat sekumpulan bercak nama pilat-pilot pejuang



No comments:

Post a Comment

J-Theme