Apa itu legendaris…???
Ada diantaranya yang mendefinisikan legendaris sebagai
sesuatu obyek yang telah melakukan sesuatu sehingga dari apa yang telah mereka
perbuat menjadi kenangan,
Ataukah seseorang yang dengan aksinya sehingga membuat sebuah
perubahan pada masa itu, yang hasilnya dirasakan pada saat ini,
Terkadang dalam dunia para aktivis penuntut ilmu yang
berkiprah pada dunia pendidikan, yang kita ketahui besama memiliki masa yang
terbatas, kadang setelah selesai melaksanakan pendidikannya, maka selesai
pula langkah perjuang para aktifis tersebut...
Dan para sesepuh itu terkadang jika dipanggil kembali untuk
menapaki langkah-langkah yang pernah mereka buat, terkadang mereka ada yang
mengatakan saya sudah “pensium”...
ada juga yang mengatakan, berikan lagi kesempatan pada yang muda...
Ataukah ada juga yang menjadikan dirinya bak seorang “legendaris” ketika bercerita pada junior-juniornya,
Ataukah ada juga yang menjadikan dirinya bak seorang “legendaris” ketika bercerita pada junior-juniornya,
Bahkan ada yang menggap dirinya sebagai para Assabiqun Al
Awwalun (mungkin boleh-boleh aja kali yach) di tempatnya…
Tapi apakah yang itu, yang diharapkan dari pada orang yang
mengatas namanakan dirinya sebagai legendaries atau yang semisalnya…???
Bukankah makna lain dari sosok legendaris itu di peruntukkan bagi mereka yang telah tiada...???
Tentu tidak wahai ikhwanikum jami’an,
Engkau masih hidup, dan legendars itu di peruntukkan bagi
mereka yang telah meninggal,
Engkau masih hidup, agama ini masih memerlukan orang-orang
yang pernah mencetak para pejuang dakwa,
Engkau pula masih hidup, bukankah kejayaan dimasa gemilang
yang engkau ciptakan akan lebih besinar jika engkau menghadirkannya kembali
pada masa kini….????
Kembali lagi, wahai ikhwanikum jami’an,
mungkin para legendaris itu telah ada yang berkelurga,
ataukah telah ada yang diataranya yang melanjutkan studi
pada jenjang lebih tinggi,
ataukah dengan kesibukan yang semisal atau serupa,
ataukah diatara dirimu telah ada yang pindah domisili pada lokasi yang lain,
ataukah diatara dirimu telah ada yang pindah domisili pada lokasi yang lain,
tapi bukan dengan demikian kita masih dapat kembali
menorahkan kembali tinta-tinta emas itu,
tapi bukanlah dengan demikian kita masih dapat kembali
barisan shaff-shaff itu…
yach dan demikian itu,
semuanya tergantung kembali pada dirimu…
jika engkau ingin menjadi sosok sang legendari Islam Sejati...
jika engkau ingin menjadi sosok sang legendari Islam Sejati...
Allahu A’lam…

No comments:
Post a Comment