Dadu, sebatas permainan atau pendangkalan...???

 

Dadu
teringat di waktu kecil, kadang kita bermain ludo, ataukah ular tangga, ataukah yang paling terkenal seperti monopoli, ataukah permaianan apa saja yang menggunakan dadu

tapi, pernahkah kita ketahui hukum terhadap permainan yang menggunakan dadu...???

dadu merupakan sebuah kubus persegi enam yang mana tiap sisinya terdapa nilai yang berbeda antara satu hingga enam. nilai tersebut jika sisinya dijumlah dengan sisi belakangnya, maka akan berjumlah tujuh. adapun jika seluruh nilai tersebut dijumlahkan akan berjumlah duapuluh satu.

dengan dadu maka seorang pemain bisa saja mendekatkan diri dengan perkara mengundi nasib atas nilai yang akan dihasilkan dari dadu yang nampak tersebut.

diatara peluang yang mungkin terjadi dengan permainan dadu tersebut yaitu perjudian. dengan menaruh harapan besaran nilai yang akan nampak pada dadu tersebut mejadikan diri ini menuai harapan atasnya.

Rasulullah Shallaluhu 'alaihi wa Sallam, pernah memperingatkan tentang perkara ini yaitu,
“Barang siapa bermain dadu, maka ia seakan-akan mencelupkan tangannya ke dalam daging dan darah babi” (HR. Muslim; 4/1770).

diantara yang lainnya, telah datang wasiat dari Rasulullah Shallaluhu 'alaihi wa Sallamyaitu,
“Barang siapa bermain dadu, maka ia telah berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya”.(HR. Bukhari, lihat Fathul Bari; 10/465).

maka, sepantasnyalah diri ini untuk menjauhkan diri dari perkara permaian yang dapat mengandng " unsur syubhat " didalamnya, apakah hanya sebatas permainan belaka ataukah kita yang memulai mengajarkan  pada anak-anak kita metode mengundi nasib hingga tingkat lanjutnya masuk ke perjudian...

wahai saudaraku fillah...

masih banyak permainan lain yang lebih mampu mengerakkan motorik anak, mengembangkan psikologi mereka, mengatur kontrol emosional mereka dengan permainan tradisional taukah memulainya sejak dini untuk menghafalkan Al-Qur'an padanya, tentunya kreatifitas orang tualah yang membimbing buah hati mereka dalam mempelajari arti sebuah dunia, dan makna dalam kehidupan yang tak abadi...

jadilah orang tua yang bijak yang tidak "menginjak dan memaksakan " anak dalam penargetan mencapaikan harapan pada gantungan dunia ini, ketika banyaknya orang tua memaksakan anak-anak mereka mempelajari bahasa-bahasa asing,  multikursus, yang membuat mereka keleleahan dan hilangnya hak kasih sayang orangtua padanya...

Allahu A'lam...
Allahumma 'afinii fii badani,
Allahumma 'afinii fiisyam'ii,
Allahumma 'afinii fii basyarii,



No comments:

Post a Comment

J-Theme