![]() |
| Awan nan jauh disana |
aneh juga sich kedengarannya...
ketika dimasa sekarang, teknologi begitu pesat berkembang, dan menghasilkan terobosan baru dengan istilah computing clouding, antivirus pun juga demikian, istilah pada jaringan networking juga sama...
mungkin lagi ngetren kali untuk dunia IT dengan istilah clouding...
tapi, apakah awan itu merupakan objek mutlak yang dapat di sentuh, sehingga keberadaannya dapat diolah,
ataukah awan itu merupakan semacam fatamorgana yang hanya nampak dari hasil bias-bias cahaya,
Allahu a'lam tentunya,
tapi apakah awan-awan itu...???
banyak makna yang terkandung didalamnya, tergantung sikon dari para orang yang mau menerjemahkannya,
seperti mereka menafsirkan bagaikan mimpi, ataukah dunia hayalan, ataukah angan-angan...
bolehkah kita mengatakan awan itu makhluk, maa bisa saja, klo kita kembalikan pada kisah para sahabat radiyallahu Ajma'in yang ketika membaca Al-Qur'an, maka sentak nampak segumpalan awan yang bertengker diatasnya, hingga sahabat itu merasa heran terhada fenomena awan yang barusan disaksikannya...
setelah itu sahabat tersebut mempertanyakan kepada Rasulullah mengenai apa yang telah beliau saksikan, maka Rasulullah berkata, "Sekiranya engkau masih melanjutkan qira'ahmu itu, maka engkau akan mendapat awan yang diatasmu itu semakin mendekat, karena sesungguhnya awan yang engkau saksikan itu adalah sekimpulan para malaikat yang sementara menyimak apa yang engkau baca...
Fenomena awan atau pergerakan yang ada diatasnya, wahai ikhwanikum, haruslah kita ketahui bahwasanya itu merupakan dari apa-apa yang keluar dari mulut-mulut kita, baik berupa doa, dzikir, qira'ah kita atau pengharapan kita kepada Allah 'Azza wa Jala (makanya jangan ngomong sembarangan karena setiap ucapan adalah doa)
Semakin sering kita melakukan itu, maka makhluk langit akan semakin sering mengingat nama-nama kita, yang insya Allah akan senantiasa dikenang dan dilaporkan kepada san Khaliq, bahwasanya si fulan telah beramal kebaikan dengan begini-dan begini,
tetapi kebalikan itupun dapat terjadi ketika kita luput dari Allah atau menghadirkan kemaksiatan kepadanya (semoga Allah menjauhakn kita semua dari perkara ini) maka para mailakat pun akan mengenang sosok kita sebagai orang yang bermaksiat dengan begini dan begini...
jadi, disamping kita berupaya memperbaiki citra kita kepada para manusia, maka yang penting kita juga harus perbaiki citra kita Allah yang utama lalu kepada para malaikat, sehingga klo telah tiba ruh kita dianggat, maka para malaikat akan mengenang amalan kita, bahwa fulan ini yang dulu begini dan begini sebagai ingat orang-orang ahli ibadah ataukah yang positif-positiflah...
Insya Allah,
Allahu A'lam...

No comments:
Post a Comment