Pembagian pembagian Hadis
pembagian pembagian hadist kadang di antara para ikhwa dan akhwat masih ada yang keliru atau kurang memahami, sehingga terjadi kesalahpahaman.
maka kami coba memberikan kemudahan pada kita semua untuk memahami pembagian pembagian hadist tersebut.
Pembagian Hadis Berdasarkan Kuantitas Rawi atau yang lebih di sebut perawi
Berdasarkan sedikit banyaknya rawi yang meriwayatkan hadis dibagi menjadi tiga:
1. Hadis Mutawatir: yaitu hadis yang diriwayatkan oleh orang banyak, diterima oleh orang banyak dan mustahil mereka berdusta. Syarat bagi hadis mutawatir adalah:
a. Diriwayatkan oleh banyak rawi. Ulama berbeda pendapat tentang ukuran banyaknya, ada yang berpendapat minimal 4 rawi, ada yang berpendapat 40, atau 70, atau 313 orang.
b. Adanya keyakinan bahwa mereka tidak mungkin berdusta.
c. Ada keseimbangan jumlah sanad dalam setiap thabaqatnya (tingkatan generasi periwayat hadis).
d. Berdasarkan tanggapan pancaindera. Hadis yang diriwayatkan harus berasal dari pengamatan pencaindera, bukan berupa hasil perenungan, pemikiran atau rangkuman.
2. Hadis Aziz, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh dua orang perawi atau lebih.
3. Hadis Ahad, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh satu orang rawi.
Pembagian Hadis Berdasakan Kualitas Rawi:
Berdasarkan kualitas rawi hadis dibagi menjadi tiga yaitu: Hadis Sahih, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh rawi yang adil, sempurna kedhabitannya dan bersambung sanadnya. Syarat hadis Sahih adalah:
a. Diriwayatkan oleh perawi yang adil.
b. Kedhabitan perawinya sempurna.
c. Sanadnya bersambung
d. Tidak ada cacat atau illat.
e. Matannya tidak syaz atau janggal.
Hadis Hasan, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang adil, kurang kuat hafalannya dan bersambung sanadnya. Syarat hadis hasan adalah:
a. Para perawinya adil.
b. Kedhabitan perawinya dibawah perawi hadis sahih.
c. Sanadnya bersambung.
d. Tidak mengandung kejanggalan pada matannya.
e. Tidak ada cacat atau illat.
Hadis Dha’if, yaitu hadis yang tidak memenuhi syarat sebagai hadis sahih maupun hadis hasan.
inilah pemaparan berkaitan kualitas hadits, mudah mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua
Allahu Ta'alaa A'lam...
No comments:
Post a Comment