Kenapa Lebaran Di
Indonesia selalu berbeda dengan di Arab…?
Lebaran memang sesuatu momen yang menggembirakan dan sangat
di nanti oleh seluruh kaum muslimin, baik itu anak kecil hingga orang dewasa.
Akan tetapi, terkadang kebahagian itu terasa kurang karena keseragaman lebaran
yang tidak kompak.
Akhirnya muncullah pertanyaan, Kenapa Lebaran Di Indonesia selalu berbeda dengan di Arab…?
Ikhwanafikum yang dirahmati Allah…
Tentunya hal ini ada beberpa hal yang mendasar yang harus
diketahui,
Kenapa Lebaran Di Indonesia selalu berbeda dengan di Arab…?
Hal yang harus diketahui adalah, posisi geografis Negara Indonesia,
dengan Negara arab.
Hal yang paling kita ketahui juga adalah, bahwasanya waktu Negara
Indonesia cepat 5 jam dari arab Saudi. Cuman, kita harus ketahui, apakah benar Indonesia
cepat 5 jam dari arab Saudi…?
Ikhwanafikum yang dirahmati Allah…
Teori ini yang sering kita gunakan, karena kita berpatokan pada Greenwich sebagai
standar waktu awal dunia, alias pukul 00.00 di mulai dari situ, lalu berputar.
dengan dmikian maka negara indonesia menjadi negara yang lebih duluan terbit matahari, baru setelah 5
jam, barulah arab Saudi terbit matahari.
Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan dasar adalah,
kenapa titik 00.00 itu
ada di daerah Greenwich…?
Ataukah karena yang menentukan atau yang mematenkan waktu
adalah orang inggris, sehingga Greenwich dijadikan titik 00.00 sebagai awal perputaran
bumi…???
Apakah dengan penetapan titik waktu itu berdampak pada dunia
islam…???
Atau,
Adakah titik waktu 00.00 yang semestinya harus ditetapkan
disana sebagia tempat yang semestinya…
Ikhwanafikum yang dirahmati Allah…
Kita harus ketahui bahwasanya titik poros yang telah
ditetapkan untuk muka bumi ini insya Allah titik dimana Ka’bah berada, bukan Greenwich.
Titik ini dimana merupakan titik poros bumi yang paling
stabil, dan juga merupakan sebuah isyarat kepada para kita semua.
Di atas ka’bah, dimana langit ketujuh terdapat baitul
makmur, yaitu tempat tawafnya para malaikat.
Maka kita dapat mengambil hikmah, bahwa sanya semestinya
titik 00.00 itu berada tepat di atas ka’bah lalu berputar.
Dengan menggunakan standart ka’bah sebagai titik awal 00.00,
maka kita akan mendapati bahwa Negara kita itu terlambat 17 jam dari arab Saudi. bukan duluan 5 jam.
Sehingga wajarlah kalau Negara kita sering “terlambat “ jatuh hari lebaran
ketimbang arab Saudi.
Kita juga tidak bisa menggunakan patokan, kalau Saudi telah
berlebaran, maka kita lebaran dihari yang sama, karena pergantian hari pada
kalender jiriyah terjadi di waktu magrib.
Bolehkah, kita samakan kalau di Saudi waktu shalat isya,
maka di Indonesia juga sudah harus shalat isya, tentunya tidaklah, akan tetapi
kita harus menunggu waktu yang telah di tetapkan untuk kita.
Maka dari hadits muslim yang disebutkan bahwa setiap Negara punya
rukyatul hilal sendiri
Dan juga dari kisah para sahabat dimana salah seorang
sahabat yang bertinggal di yaman yang tidak melihat hilal, bertanya kepada
sahabat yang tinggal di Saudi, maka sahabat yang bertinggal di Saudi mengatkan
gunakanlah hilal di negaramu. Padahal kita ketahui posisi Negara yaman dan Saudi
seperti antara jawa barat dan jawa timur.
Inilah yang mungkin dapat sebagai renungan bagi kita untuk
tetap mandamali ilmu agama, bukan membuat ijitihad yang sifatnya personal, dan
bahkan menafsirkan hadits lewat perasaan, seperti kasus lebaran idual adha,
karena Saudi wukuf dan besok lebaran, maka kita juga harus lebaran dan tidak
ada puasa ketika ada yang lebaran…
(Bersambung…)
Barakallahulakum…
Wa nas’alallah afwa al afiah a’alainaa wa alaikum jami’an
Allahu Ta’ala A’lam…
No comments:
Post a Comment