Haruskah Engkau meninggalkannya...???

 

Fenomena yang terjadi dikalangan para penuntut ilmu
ketika mereka masih dalam proses pembelajaran
semangat mereka bagaikan tsunami yang siap merobahkan apa saja yang beliau mampu
semua lini diisikan dengan lantunan pengingat waktu
hingga tak ada ruang kecuali pernah beliau mengibarkan panji-panji disana

merekalah orang-orang yang pernah mengukir sejarah emas
merekalah orang-orang yang menggulingkan peradaban
merekalah orang-orang yang pencetus para generasi insan kaamilan

Tapi,
ketika bumi terus berputar
gelombang laut mengheningkan sunyi
pancaran mentari menatap para awan

jejak-jejak mereka kian hilang atas tiupan debu
ikrar yang pernah ada terhapuskan oleh masa
hingga anak ayam melupakan cangkang telurnya

permasalahannya adalah,
apakah mereka masih seperti dulu
yang memliki ghirah seorang mujahid
???

ternyata Allah berkehendak lain
sebuah keimanan tidak diwariskan
sebuah keimanan bukan bagaikan gelar abadi
tapi keimanan merupakan anugrah yang terbesar
hingga jika ditukarkan dengan seluruh yang ada didunia ini beserta isinya
tak dapat pun untuk digadikan

maka wahai saudaraku,
cukuplah fenomena ini terjadi pada segelincir orang saja
cukuplah fenomena ini kita kenal sebagai kisah dari sebuah novel-novel fiktif
yang bersiangan dengan kisah animasi yang tak berwujud

ketika keimanan itu masih terpahat dihamparan hati kita semua
maka jagalah...
karena kesempatan itu hampir tidak datang dua kali
kecuali Allah yang MengkehendakiNya

wahai saudaraku
jaganlah engkau menjadi pribadi-pribadi pengukir para sejarah
pribadi yang hanya pernah dikenal dimasa itu
tapi, jadilah pribadi yang dengannya,
Allah meridhai diri ini didunia maupun diakhirat kelak

dunia luar tidak menyebabkan engkau harus meninggalkannya
dunia luat tidak menyebabkan engkau melupakannya
tetapi dunia luar, dengannya engkau harus lebih siap dengan segala medan
diri ini belum diminta untuk mati...
diri ini belum diminta untuk berhijrah kesebuah kaum untuk mengobagrkan panji
tapi diri ini baru diminta untuk bagaimana engkau menghargai karunia
tapi diri ini baru diminta untuk bagaimana engkau menjaga karunia

ingatlah,
bahwa kehidupan hanyalah sekali
bahwa kematian juga sekali

Allahu Karim...Allahu Gafur...

Allah Maha pengampun lagi Maha penerima taubat,
selama matahari masih pada jalurnya
kesempatan utnuk memulai itu masih ada,

dan janganlah engkau berpikir untuk harus meniggalkannya...



No comments:

Post a Comment

J-Theme