![]() |
| Dan Langitpun Bergetar |
terdengarkan sekilas,
gemuruh suara air pada ujung pandangan laut...
terasa sekilas,
getaran gerak pada pasir dan tanah...
nampak sekilas,
perpindahan bintang dan para asteroid...
terhirup sekilas,
pergerakan udara dan hembusan-Nya...
tetapi,
takkan nampak pada penglihatan,
dan juga takkan terasa oleh hati
dan juga takkan terhirupkan oleh paru
yaitu,
ketika langit itu bergetar...
yach, inilah sebuah fenomena yang terkadang dilupakan oleh sebagian besar maunusia,
bukanlah sebatas fenomena alam yang biasa nampak
tetapi sebuah fenomena gaib yang terlupakan
fenomena yang akan dan pernah terjadi pada setiap pribadi manusia,
yaitu ketika manuisa melaksanakan ijab kabul,
hal yang kadang teringat pada setiap insan ketika menuju pada pelaminan,
ialah indahnya sebuah pernikahan
yaitu bahtera-bahtera pelabuahan
ataukah apalah yang sesuai dengan bahasa masing-masing...
tapi,
kita kembali dilupakan terhadap adanya sebuah fenomena
yaitu fenomena bergetarnya langit...
-------------------------------------
kenapa bisa langit itu dikatakan bergetar...???
sebuah pengibaratan sebuah bangku sekolah dengan dimensi yang semestinya diisi oleh seorang siswa,
tapi harus diisi oleh anggaplah 50 orang siswa untuk menulis secara serentak diatas meja itu...
maka,
bukan berarti Arsy-Nya Allah tidak Kokoh,
bukan pula langit-Nya Allah tidak mampu menampung semua para malaikat-nya,
padahal satu saja malaikat yang mencatat itu, itu sudah terasa cukup,
apatah lagi harus semua malaikat ikut menyimak dan mencatat perjanjian itu di hadapan Rabbul 'Alami...
tetapi,
dibalik ucapan ijab kabul yang terlontar dari mulut seorang pasutri,
maka saat itupulah-lah, para malaikat-malaikut mencatat sebuah perjanjian,
sebuah perjanjian yang sangat-amat berat
dimana ada seseorang siap untuk menanggung semua amal kebaikan
yang dilakukan oleh istrinya,
dimana ada seseorang siap untuk menanggung semua amal keburukan
yang dilakukan oleh istrinya,
padahal Allah 'Azza Wa Jalla, telah menerangkan dalam Al-Qur'an
takkan ada seseorang yang mampu menanggung dosa dirinya,
apalagi ingin menanggung dosa, dari dosa orang lain,
diantara isi perjanjian jika sang istri tak selaras terhadap dien ini, maka para suamipun berkata,
"...Maka aku adalah Suami yang fasik, ingkar dan rela masuk neraka,
dan aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku..." (HR. Muslim)
Itulah mitsaqan ghaliza atau perjanjian yang sangat amat agung pada-Nya
------------------------------------maka, wahai para suami ataukah calon suami
binalah istri-istrimu dalam keadaan terjaga
binalah istri-istrimu dalam koridor syariah secara kaffah
binalah istri-istrimu agar menjadi lahan pendulang untuk amal shalihmu...
maka, wahai para istri ataukah calon istri
pahamilah apa yang ada pada suamimu...
bantulah engkau menjaga keistiqamahannya...
jagalah ia dala semangat perjuangannya...
insya Allah, dengan itu semuanya
engkau akan menjadi tentram
engkaupun akan menjadi sakinah
engkaupun akan menjadi mawaddah
engkaupun akan melangkah bersama memasuki surga-Nya kelak...
Barakallahu Laka, Wa baraka'alainaa, Wa Jama'ah Bainakumaa fii Khair...
billahi taufiq wal hidayah...
dari tulisanku ini, cukuplah sebagai nasihat persipan untuk diriku, dirimu dan dirinya,
dan dari tulisan ini cukuplah sebagai kilas balik tuk berbenah kembali buat dirimu dan dirinya,
Allahu A'lam...

Subhanallah, barokallahu fiik
ReplyDeletehafidzakallah
Masya allah ...
ReplyDeleteSatu lagi tulisan indah yg muncul ...
Syukran Jaza...
ReplyDeletesemoga bermanfaat...
Mitsaaqan ghaliizha...
ReplyDeleteBaarokallohu fiikum