Semua orang meyakini, setiap yang bernyawa pasti akan mati, Tidak ada seorang pun bisa mengingkari ataupun menghindarinya, meski menggunakan teknologi secanggih apapun. Allah Subhanahu Wa Ta'ala, berfirman, (yang artinya): Dimana saja karnu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (QS An Nisaa' : 78). Permasalahan berikutnya, bagaimana menyikapi kematian? Menyikapi pertanyaan ini, manusia berbedabeda, tergantung kadar keimanan dan ilmunya Kematian manusia diawali dengan proses yang disebut sakaratul maul,tahapan tercabutnya nyawa manusia dari jasad. Detik-detik ini sangat menegangkan lagi menyakitkan. Penderitaan yang terjadi selama
pendibutan nyawa akan dialami setiap makhluk. Namun tingkat kepedihan setiap orang berbeda- beda. Dalam hadits diceritakan, bahwa ruh orang-orang yang beriman akan mendapatkan kemudahan ketika keluar clan jasadnya, bagaikan aliran cucuran air dari mulut kantong kulit. Namun, bagaimanapun mudahnya ruh keluar, tetap saja jasad akan mengalami rasa sakit yang sungguh sangat luar biasa dahsyatnya. Siapakah yang lebih baik amalnya dibandingkan Rasulullah ? Beliau adalah hamba Allah dan utusan Allah yang paling mulia. Meski demikian, Beliau tetap merasakan penderitaan ketika ruh keluar dari jasad Beliau yang mulia. Maka bagaimana Dengan Kita, yang tidak ada jaminan masuk surga...? ...
No comments:
Post a Comment