SEKILAS TENTANG MUHAMMADIYAH

 

Logo Muhammadiyah

Perkembangan Muhammadiyah Di Sulawesi Selatan (SULSEL) atau Muhammadiyah Sulsel

Tulisan Ini merupakan Salah satu tugas kami sewaktu menjalankan perkuliahan di Unismuh Makassar, di tugaskan untuk merangkum asal mula dan perkembangan Muhammadiyah di sul sel...

-------------------------------------------------------------
Muhammadiyah merupakan oganisasi islam yang telah dikenal, jauh sebelum Indonesia merdeka. Ketika belanda masih menjajah. Tidak hanya itu, belanda pun yang merupakan misionaris (mengajarkan agama kristen), mengajarkan kepada Indonesia kebiasaan-kebiasaan buruk seperti berpesta pora, berdansa, mabuk-mabukan.

Disisi lain, keterbelakangan bangsa Indonesia dalam pengetahuan agama, menyebabkan banyaknya kemusyrikan-kemusyrikan yang beredar luas hingga turun temurun, sehingga menjadi sulit ketika paham keMuhammadiyahan disebarluaskan.






ASAL MULA BERDIRINYA MUHAMMADIYAH

Disaat agama islam yang ada di bangsa ini sudah tercemari terhadap ajaran-ajaran agam lain, yang menimbulkan banyaknya kebodohan dalam perilakuk kehidupan keseharian mereka, maka hadirlah seorang ulama dari kaum Kauman, KH. Ahmad Dahlan di yogyakarta, yang mengajak seluruh warga pada saat itu untuk keluar dari perangkap kebodohan. Sehingga pada tanggal 8 dzulhijjah 1330 H atau 8 november 1912 milladiah, didirikanlah wadah perjuangan dengan nama Muhammadiyah.

Muhammadiyah menetapkan cara dakwa kepada dua sasaran yaitu secara perorangan, dan secara bermasyarakat, untuk senantiasa beroreantasi pada amar ma'ruf dan nahi mungkar.

UPAYA PERBAIKAN PEMAHAMAN TERHADAP AJARAN ISLAM DI SULAWESI SELATAN

pada permulaan abad ke-20, beberapa ulama dari Sulawesi Selatan yang menunaikan haji di Makkah, Saudi Arabiyah, mereka kemudian bermukim disana untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan mereka terhadap agama islam. Ulama pada saat itu memiliki kecendrungan pemahaman terhadap mazhab imam As-Syafi'i. Setelah kembali dari sana, mereka mengajarkan ilmunya, membimbing masyarakat, untuk mengamalkan agama islam secara benar.

pada awalnya pengajian hanya terbatas pada kediaman-kediaman masing-masing, tetapi seiring berjalannya waktu, semakin banyak masyarakat yang memiliki semangat menuntuk ilmu, maka didirikanlah masjid, dengan bantuan para ulama dan masyarakat sekitar.

Setelah pengajian yang dilaksanakan telah berjalan yang cukup lama dengan indikator bahwa telah banyak para peserta pengajian yang telah memiliki ilmu dari apa-apa yang telah diajarkan oleh mereka, maka mereka mulailah (para peserta) mengadakan pengajian-pengajian didaerah-daerah mereka, dikampung-kampung mereka dengan ikhlas untuk menyebarkan dakwah ini.

Walaupun demikian, suatu perjalanan dakwah yang dirintis tidaklah semulus yang diharapkan, karena adanya dari pihak kaum kolonial belanda yang terus menjalankan siasat-siasat mereka dimasa itu. Selain itu masyarakan binaan yang masih juga mencampurkan kebiasaan lama mereka seperti syirik, tahayyul, bid'ah dan khurafat, masih tetap menjadi tantangan-tantangan bagi para kader-kader Muhammadiyah dalam berdakwah.

LAHIRNYA ORGANISASI “ASSHIRATHAL MUSTAQIM”

Setelah terbentuknya oranisasi Jami'atul Khar dijakarta tahun 1905, sebagai organisasi untuk menghimpun dan meningkatkan kesadaran umat islam telah memberi pengaruh kepada pemuka-pemuka islam terkhusus dimakassar.

Mengigat kebutuhan organisasi yang merupakan wasilah yang cukup penting untuk pengontrolan dan pengaturan, maka didirikannya organisasi yang dinamakan “As Shirathal Mustaqim”.



No comments:

Post a Comment

J-Theme